Pengantar Redaksi :

85 Persen Guru di Kota Solok Belum S1

Minggu, 28 Februari 2010


Mutu dan kualitas Pendidikan yang ada di Kota Solok saat ini mesti ditingkatkan. Walikota Solok Drs H Syamsu Rahim mengatakan, untuk mempercepat laju pendidikan di Kota Solok, setidaknya 85 persen guru yang belum mengantongi ijazah sarjana penuh (S1) harus memiliki ijazah S1. Hal ini sangat diperlukan sekali di tengah tuntutan peningkatan pendidikan bagi siswa.
Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Rafadli, hingga saat ini di Kota Solok jumlah guru yang memiliki ijazah S1 hanya sekitar 15 persen saja. Sedikitnya 85 persen lagi dari guru yang ada, baik itu ditingkat SD, SMP, maupun SMA hanya mengantongi ijazah di bawah S1.

"Mudah-mudahan tahun 2011 mendatang tidak akan ada lagi guru di Kota Solok yang memiliki ijazah di bawah S1. Sebab, saat ini semua guru yang belum mengantongi S1 sudah mulai melanjutkan jenjang pendidikan mereka untuk mendapatkan gelar sarjana penuh" ungkap Kadis pendidikan. [*]

Selengkapnya.. Read more...

Dikti Bantu 262 Mahasiswa STKIP PGRI Sumbar Korban Gempa

Kamis, 25 Februari 2010

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) memberikan bantuan beasiswa bagi 262 orang mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat yang menjadi korban pada 30 September 2009.
Beasiswa ini diberikan untuk membantu meringankan beban orang tua mahasiswa yang menjadi korban dalam bencana tersebut, dan di harapkan, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan studi para mahasiswa korban gempa dan jangan digunakan untuk membeli barang konsumsi.

Sebelumnya, STKIP PGRI Sumatera Barat memberikan usulan agar Dirjen Dikti memberikan bantuan beasiswa bagi 262 mahasiswa yang rumahnya rusak karena gempa. Setelah dilakukan seleksi akhirnya ke 262 orang mahasiswa dari 9 program studi tersebut lolos dalam seleksi, dan STKIP PGRI Sumatera Barat merupakan penerima dengan jumlah terbanyak diantara PTS yang ada di kota Padang..

Mahasiswa yang memenuhi persyaratan yakni, yang rumahnya rusak berat atau sedang, orang tuanya meninggal akibat gempa, atau usaha orang tuanya terganggu akibat gempa.

Selain itu, juga memenuhi syarat mempunyai berprestasi secara akademik atau aktivitas kemahasiswaan, dengan tujuan agar berprestasi tidak menurun dan tetap termotivasi terus kuliah pascagempa.

Nilai bantuan beasiswa itu adalah Rp1,5 juta/mahasiswa untuk tiga bulan, terhitung Oktober hingga Desember 2009,

Selengkapnya.. Read more...

20.000 Bidik Misi untuk Calon Mahasiswa Kurang Mampu

Padang, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) akan menyalurkan Beasiswa Pendidikan Calon Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu (Bidik Misi) untuk 20.000 calon mahasiswa se-Indonesia pada tahun 2010.
Bidik Misi ini diberikan kepada calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu dan berprestasi baik baik di bidang akademik/kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

Acuan pemerintah dalam meluncukan Bidik Misi adalah Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendididkan Nasional, Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan berhak mendapat beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya kurang mapu membiayai pendidikanya.

Salah satu tujuan yang diharapkan dari Bidik Misi ini adalah melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya penghentasan kemiskinan,” Kata Asisten Pembantu Rektor III Universitas Andalas Yossyafra.

Dikatakannya, Penyelenggara Bidik Misi adalah Perguruan Tinggi Negri dan Perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang terpilih dibawah Depertemen Pendidikan Nasional dan Depertemen Agama.

Menurut Yossyafra, pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk program Bidik Misi ini berupa evaluasi eksternal dan internal.

Monitoring dan evaluasi eksternal seperti prestasi akademik mahasiswa penerima beasiswa, Penyaluran dana beasiswa dan jumlah mahasiswa penerima beasiswa.

Yossyafra berharap kepada calon mahasiswa yang berprestasi unutk tidak takut kuliah di perguruan tinggi negeri atau BHMN, karena pemerintah telah mengangarkan dana besar untuk beasiswa ini. (Sumber: Antara Sumbar)

Selengkapnya.. Read more...

Pemandian Batang Tabik di Payakumbuh

Senin, 22 Februari 2010

Pemandian Batang Tabik merupakan objek wisata pemandian alam dengan air yang sangat jernih dan sejuk, dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan alam yang indah.
Pemandian Batang Tabik merupakan objek wisata pemandian alam dengan air yang sangat jernih dan sejuk, dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan alam yang indah. Keindahan Batang Tabik ini telah menimbulkan inspirasi bagi komponis Lagu Minang untuk menciptakan sebuah lagu yang menceritakan tentang keindahannya dan mengajak pendengar untuk berwisata ke Batang Tabik ini.
Lokasi pemandian Batang Tabik ini telah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda sebagai satu-satunya pemandian di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Payakumbuh. Selain sebagai tempat pemandian dan rekreasi, airnya juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air oleh PDAM Kota Payakumbuh untuk konsumsi masyarakat.
Pemandian Batang Tabik berada di Kenagarian Sungai Kamuyang dan dikelola oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat. Menurut cerita orang-orang tua, nama Batang Tabik ini berasal dari timbul airnya, air Batang Tabik ini bersumber dari Danau Singkarak. Mata air yang “Tabik” (terbit/muncul) dari dalam tanah ini kemudian dibendung sehingga menjadi kolam dan kemudian dinamakan Batang Tabik. Lokasi pemandian Batang Tabik berjarak ± 5 km dari Pusat Kota Payakumbuh, dan berada dipinggir jalan raya menuju Nagari Lintau Kabupaten Tanah Datar. ( BA 4 121 SE)

Selengkapnya.. Read more...

Sunset Indah Taman Nirwana

Objek wisata pantai selalu menjadi pilihan semua orang. Hembusan angin laut disertai hamparan alam dan lautan lepas, ditingkah debur ombak dan berujung di langit biru lazuardi, membentuk garis horizon di kejauhan, merupakan pesona alam yang menyimpan misteri kebesaran dan keagungan Tuhan

Taman Nirwana, salah satunya, atau yang terkenal dengan sebutan pantai Caroline, merupakan salah satu obyek wisata alam Kota Padang, dengan daya tarik utama berupa wisata bahari. Taman Nirwana memiliki potensi wisata di sepanjang pantai Bungus yang memiliki panorama alam indah di sekitar. Terletak pada jalur wisata jalan raya Bungus-Pessel, sekitar 10 km dari pusat kota. Dapat dicapai dengan kendaraan umum atau pribadi, masuk ke dalam sekitar 500 m, tersembunyi dari kebisingan dan menghadap laut lepas Samudra Indonesia.

Saban hari, khususnya pada hari-hari besar, objek wisata itu selalu ramai diserbu pengunjung. Ketinggian dari muka laut sekitar 1 meter. Suhu pantai antara 24 - 30 derajat Celcius dan kelembaban udara rata-rata 85%. Dari silhuet mentari di ufuk timur, membayang pulau Pisang dan Teluk Bayur di arah Selatan.


Semua keindahan itu dapat dinikmati melalui sejumlah fasilitas pendukug. Diantaranya, pondok wisata berarsitektur Minang, kolam renang anak-anak, beberapa tempat duduk (shelter) untuk rileks memandang laut lepas, jogging track, tempat parkir yang luas dan aman, tempat bermain anak-anak dan camping ground kapasitas 300 orang.

Semilir angin terasa sejuk ketika memasuki gerbang Taman Nirwana. Pohon-pohon kelapa di sekeliling taman itu terlihat melambai-lambai. Terpaan angin pantai membuat suasana sekitar bertambah adem. Sementara itu, jogging melalui jalan setapak bisa dilakukan sambil menikmati berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di hutan sekitar, seperti Musang (Paradoxorus Hermaproditus), Tupai (Callosiorus Notatus) dan Kera (Presbytis Cristata). (sumber : sanny ardhy - padang today) (BA 4 12 1 SE)


Selengkapnya.. Read more...

Wisata Sejarah yang Memikat

Nagari Balimbing adalah salah satu nagari tertua di Sumatera Barat dan tersebut di dalam tambo Minangkabau. Nagari Balimbing dikelilingi oleh Batang Bangkaweh yang turun dari Puncak Gunung Marapi.
Nagari Balimbing terbagi dalam 3 jorong: yaitu
Balimbing Balik,
 Kinawai Padang Pulai dan
Sawah Kareh Bukik Tamasu.

Seperti juga umumnya nagari-nagari di sekitar Gunung Marapi, pemandangannya sangat indah. Tapi ada kekhususan di Nagari Balimbing yang sudah sulit ditemui di Nagari-nagari lain, yaitu adatnya yang relatif masih asli dan masih berdirinya rumah-rumah adat
yang berusia ratusan tahun.Salah satu ciri khas Nagari Balimbing adalah keberadaan rumah adat asli Minangkabau yang telah diakui oleh Pemda sebagai Obyek Wisata Rumah adat ini yaitu Rumah Adat Kampai Nan Panjang telah berusia lebih dari 300 tahun dan dibangun samasekali tanpa menggunakan paku.
Rumah gadang merupakan cirri khas rumah adat Minangkabau.dibangun dengan atap bergonjong, semakin keatas semakin runcing. Ini merupakan lambang dari kepala kerbau. Konon kabarnya pada masa lalu nenek moyang orang Minangkabau memenangkan pertarungan adu kerbau dengan musuh yang datang menyerbu.


Sejarah Ringkas Nagari Balimbing.
Pada masa dahulu asal-usul Ninik Moyang orang Balimbing berasal atau turun dari Pariangan Padang Panjang, menyusuri Batang Bengkawas, melalui Galogandang ke Balimbing. Rombongan yang pertama datang, sampai dan menetap di Galundi Gadang.
Mereka itu adalah : Dt. Maharajo Dirajo, Dt. Maharajo Kayo dan Dt. Tanaro.
Kemudian menyusul rombongan ninik-ninik yang lain dan menepat (menapakkan kaki dan menetap) di:
 Dt. Kayo di Puncak Koto
Dt. Tanpalawan di Puncak Balang
Dt. Cahayo Lipati di Puncak Kampai
Dt. Pulau Marajo di Sapan Pulau
 Dt. Rajo Palawan di Sapan Kasik
Dt. Rajo Mangkuto di Sapan Tarok.

Kemudian Ninik-ninik tersebut berkumpul dan menetapkan nama Nagari Balimbing, yang berasal dari suatu alat pertanian Lembing dan Kinawai dari pohon Kina yang terdapat di lembah (Kinawai).

Setelah bertemu di Koto Tuo dan diadakan Musyawarah di Bukit Pecaturan dalam rangka menyusun Nagari, belum dapat diambil keputusan karena belum lengkapnya kehadiran mereka. Kemudian diadakan musyawarah dan mufakat kembali di suatu bukit yang bernama Bukit Nyaru dimana telah lengkap kehadiran 6 suku.

Selanjutnya untuk menyusun Taratak, Dusun, Koto dan Nagari diadakan mufakat kembali. Akhirnya tersusunlah Nagari dengan syarat 4 suku, sedangkan suku yang ada hanya 3 (tiga) atau 6 (enam) yaitu 3 di Balimbing dan 3 di Kinawai. Karena belum cukup syarat untuk mendirikan Nagari, maka dijadikan Korong Tanjung 1 suku, dimana Dt. Maharajo Dirajo, Dt. Maharajo Kayo dan Dt. Tanaro didudukan sebagai Alung Bunian atau pemegang Amanat suku yang 6. Maka lengkaplah susunan Nagari dengan formasi Pemangku adat menurut Jabatan masing-masing.

Nagari Penghasil Guru.
Balimbing selain dikenal sebagai Desa Wisata Budaya dengan ikon Rumah Tuo Kampai Nan Panjang juga dikenal sebagai salah satu nagari penghasil guru karena sebagian besar penduduknya memilih guru sebagai profesi. Sehingga Balimbing dikenal sebagai Nagari Seribu Guru. Jika dilakukan survey di sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Rambatan ataupun Kabupaten Tanah Datar pastilah kita akan menemukan guru-guru asal nagari Balimbing, bahkan guru-guru asal Balimbing banyak juga yang mengajar di luar wilayah Sumatera Barat, terutama di daerah Provinsi Jambi dan Provinsi Riau.

Walaupun Balimbing dikenal sebagai salah satu nagari penghasil guru namun potensi ini belum termanfaatkan secara baik untuk kepentingan pembangunan pendidikan di kampung halaman. Adalah sangat ironis bahwa di nagari seribu guru tersebut, saat ini telah mulai banyak anak-anak yang putus sekolah karena orang tuanya kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan anaknya. Masalah pendidikan bukan hanya tangung-jawab pemerintah saja tapi juga merupakan tangung-jawab kita semua sebagai anak bangsa. Dengan adanya otonomi daerah banyak masalah pendidikan yang wewenangnya ada pada pemerintah dialihkan pada dana masyarakat di daerah.

Wisata Sejarah Yang Memikat.
Di desa yang terletak di kecamatan Rambatan ini, banyak bangunan terutama rumah gadang berusia ratusan tahun. Karena itulah desa balimbiang dijuluki desa tertua.
Bangunan paling terkenal unik di desa Balimbiang adalah Rumah Tua. Dari namanya jelas menginformasikan bahwa usia bangunan ini sudah 350 tahun. Bagunan berukuran 22 kali 7 meter ini memilkiki 7 buah kamar tidak sesuai menurut kebiasaan Rumah Gadang Minangkabau yang mempunyai 9 ruang.

Kamar- kamar di rumah ini mempunyai pintu dengan model unik. Dasar bangunan yang terbuat dari pelupuh (bamboo) menambah kesan keunikannya. Menurut Dt. Panghulu Basa, salah satu keluarga dari garis keturunan ke lima di rumah gadang ini, sejak awal dibangun sudah ada 9 keturunan berasal dari Rumah gadang ini.
“Tapi tidak banyak yang menetap di sini. Mereka banyak merantau. Rumah ini akan ramai bila ada upacara adapt dan peresmian pernikahan salah satu keturunannya. Saat diselenggarakan perhelatan, pelaminan akan dipasang di tengah-tengah deretan tujuh ruang itu, “ jelas Penghulu Basa beberapa waktu lalu.
Di rumah ini sejumlah perkakasa tyetap dijaga kelestariannya seperti tungku pemasak dapur dengan panic (periuk) terbuat dari tanah liat yang dipajang di tengah rumah. Sebetulnya, tungku ini masih bisa dimanfaatkan, tetapi pihak keluarga turunan rumah gadang ini sepakat hanya memajang saja demi menjaga keasliannya. Hal ini juga mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran dan lainnya.
Benda-benda lain yang tampak masih utuh di rumah tua ini adalah Aluang bunyian (peti dari kayu jati). Peti ini dulunynya dipakai untuk menyimpan benda berharga seperti kalung, gelang dari emas, pakaian adapt dan perhiasan lainnya. Karena berasal dari ratusan tahun silam, peti ini dibuka dengan cara klasik yaitu menggeser penutup peti dari ujung kiri ke kanan atau sebaliknya hingga sebagian penutup itu membuka.
Peti yang disebuat aluang bunyian itu ada dua buah yang dipajang pada bagian kiri dan kanan di depan pintu masuk. Jadi setiap ada pengunjung yang datang, maka matanya akan tertuju langsung kepada kedua peti yang berjejer di kiri kanan.
Keunikan Rumah Tua ini didukung pula oleh pemandangan yang indah dengan sawah-sawah menghampar hijau di sepanjang jalan. Kesan unik kian terasa dengan keberadaan rumah-rumah lain didesa Balimbing dengan arsitektur gonjong khas Minangkabau. Bila sempat menyelusup lebih jauh, juga akan tampak sisi kehidupan masyarakat yang masih tradisional. Agaknya, kekhasan inilah yang menjadikan wisatawan manca negara dan wisatawan domestic terpikat, Rumah Tua ini adalah salah satu kekayaan sejarah alam Minangkabau dari ratusan tahun silam yang pantas dilestarikan.( BA 4 12 1 SE)


Selengkapnya.. Read more...

Yang Di Pertuan Sultan Alam Muningsyah

Tuanku Raja Muning Alamsyah atau juga yang disebut Yang Dipertuan Sultan Alam Muningsyah adalah raja alam Pagaruyung yang secara luar biasa selamat dari tragedi pembunuhan di Koto Tangah, Tanah Datar pada tahun 1809 dalam masa Perang Paderi berkecamuk di Minangkabau. Tahun terjadinya tragedi ini dipertikaikan.
Christine Dobin mencatatkan dalam Kebangkitan Islam Dalam Ekonomi Petani Yang Sedang Berubah, (Inis, Jakarta 1992) tragedi tersebut terjadi pada tahun 1815, sebagaimana yang juga ditulis Rusli Amran dalam Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang, (Sinar Harapan, Jakarta 1981).

Menurut A.A.Navis dalam Alam Terkembang Jadi Guru (Penerbit PT Pustaka Grafiti pers, Jakarta 1984 cetakan pertama) tragedi tersebut bermula dari pertengkaran antara kaum Paderi dengan kaum adat yang diwakili oleh raja beserta pembesar kerajaan lainnya. Menurut MD Mansur dkk.dalam Sejarah Minangkabau (Penerbit Bharata, Jakarta, 1970) perundingan tersebut diadakan pada tahun 1809. Padamulanya dilakukan dengan iktikad baik oleh Tuanku Lintau, telah beralih menjadi sebuah pertengkaran. Menurut Muhamad Radjab dalam bukunya Perang Paderi, (Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1964 cetakan kedua) hal itu terjadi juga pada tahun 18009.

Karena ikut campurnya Tuanku Lelo, salah seorang tokoh Paderi yang ambisius dari Tapanuli Selatan. Beberapa orang dari keluarga raja seperti Tuanku Rajo Naro, Tuanku di Talang dan seorang putra raja lainnya dituduh tidak menjalankan aqidah Islam secara benar, oleh karena itu mereka anggap kapir dan harus dibunuh. Perundingan berubah menjadi pertengkaran dan berlanjut menjadi pembunuhan. Semua rombongan raja beserta Basa Ampek Balai dan para penghulu lainnya terbunuh. Daulat Yang Dipertuan Muningsyah dapat menyelamatkan dengan cara yang ajaib sekali. Baginda bersama cucu perempuannya Puti Reno Sori menghindar ke Lubuk Jambi Kuantan.

Menurut silsilah raja-raja Pagaruyung, Puti Reno Sori bersaudara dengan Sultan Alam Bagagar Syah, pada masa yang sama menyingkir ke Padang. Sultan Alam Bagagar Syah, Puti Reno Sori dan tiga saudara mereka lainnya adalah anak dari Tuan Gadih Puti Reno Janji dan ayahnya Yang Dipertuan Fatah. Sewaktu Sultan Alam Bagagar Syah dinobatkan menjadi raja alam menggantikan datuknya Sultan Alam Muningsyah, saudara sepupunya Sultan Abdul Jalil yang berada di Buo dikukuhkan menjadi Raja Adat dengan gelar Yang Dipertuan Sembahyang.
A.A. Navis dalam Alam Terkembang Jadi Guru, mencatat bahwa Daulat Yang Dipertuan Muningsyah wafat pada 1825 dalam usia 80 tahun. Baginda makamkan di pemakaman raja-raja Minangkabau, ustano rajo di Pagaruyung.
* Disarikan oleh : Puti Reno Raudha Thaib) (BA 4 121 SE)

Selengkapnya.. Read more...

Batu Basurek

Batu basurek terletak didesa kubu rajo nagari lima kaum berjarak 4 km dari batu sangkar.Batu basurek ini terletak di bagian atas makam raja Adityawarman.Prasasti batu basurek ini ditulis dengan tulisan jawa kuno berbahasa sanskerta.Batu basurek ini lebarnya 25 cm tingginya 80 cm dengan ketebalan 10 cm dan berat sekitar 50 kg .

Batu basurek ini telah berumur 659 tahun.penemuan prasasti ini pertama kali ditulis pada
16 Desember 1880 oleh P.H. Van Hengst, Asisten Residen Tanah Datar. Prof. H Kern, seorang ahli dari Belanda,Ia orang yang pertama kali membahas prasasti dengan tulisan Jawa Kuno berbahasa Sanskerta itu. Pada 1917 dia menerjemahkan isinya adalah: :"Adityawarman maju perkasa, ia penguasa Kanakamedinindra atau Suwarnadwipa (Sumatera atau Tanah Emas). Ayahnya Adwayawarman. Dia keluarga Indra."

Adityawarman lahir dari rahim Dara Jingga, putri raja Darmasraya yang terletak di tepi Sungai Batanghari, Jambi. Ayahnya, Adwayawarman tadi, kerabat Keraton Singosari.

Tersebutlah, pada 1292 Kublai Khan dari Cina menyerang Singosari. Dara Jingga dan saudaranya, Dara Petak, membawa tentara membantu Singosari. Sayang, Singosari jatuh, dan akhirnya dikuasai Jayakatwang. Kemudian Raden Wijaya menggeser Jayakatwang dan mengganti nama kerajaan itu menjadi Majapahit. Raden Wijaya menikah dengan Dara Petak. Dara Jingga bercinta dengan Adwayawarman. Setelah menikah, Dara Jingga mengajak suaminya kembali ke Darmasraya -- dan lahirlah Adityawarman.

Setelah melakukan berbagai jasa untuk Majapahit, akhirnya Adityawarman jadi raja di Darmasraya. Dia memindahkan pusat kerajaannya dari Siguntur (Sawahlunto Sijunjung) ke Pagaruyung.

Sampai sekarang di Pagaruyung masih ada perbedaan pendapat apakah Adityawarman itu raja Minangkabau atau hanya raja Pagaruyung. Sebab, pada waktu itu yang dirajakan di Limo Kaum, Pariangan, dan Tanah Datar lainnya, adalah Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Katamanggungan. "Adityawarman tak lebih seorang sumando,(suami dari orang minangkabau). (BA 4 12 1 SE)

Selengkapnya.. Read more...

SUMBAR GELAR LIGA PENDIDIKAN INDONESIA 27 FEBRUARI

KOMITMEN Provinsi Sumatera Barat untuk menyukseskan penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesia tampaknya patut dicontoh daerah lain. Sumbar sebelumnya tercatat sebagai salah satu provinsi paling awal membentuk kepantiaan Liga Pendidikan Indonesia. Kini, Sumbar pun ingin mendahului provinsi lain untuk menyelenggarakan pertandingan sepakbola antarsekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi tersebut.
Kesiapan Sumbar bisa dilihat dari penerbitan Pedoman Penyelenggaraan Liga Pendidikan Indonesiaâ oleh panpel setempat. Dalam juklak tersebut dicantumkan waktu pelaksanaan pertandingan bagi juara-juara tingkat kabupaten/kota se-Sumbar digelar 27 Februari hingga 8 Maret 2010. Pedoman ini, Kamis (21/1), sudah diedarkan kepada seluruh kabupaten/kota.

Kita sudah informasikan kesemua daerah agar mereka menyelesaikan semua pertandingan di tingkat kabupaten/kota hingga 14 Faberuari 2010. Sebab pada 22 Februari, kita sudah mulai masuk tahap technical meeting dengan mengumpulkan semua panpel dan panitia pertandingan,ujar Koordinator Bidang Kompetisi Panpel LPI Sumbar Sudirman BA.

Panpel LPI Sumbar sudah menyiapkan format pertandingan dengan membagi peserta pada menjadi 5 grup. Pertandingan di babak penyisisihan akan digelar dengan sistem setengah kompetisi itu dan di babak selanjutnya menggunakan sistem gugur.

Kami akan menggunakan 5 lapangan dan semuanya berada di wilayah Kota Padang. Yakni Lapangan Rektorat UNP Air Tawar, Lapangan FIK UNP Air Tawar, Lapangan PSTS (SMP 13 Padang) Tabing, Lapangan OPEL Lubuk Buaya, dan Lapangan FIK UNP Lubuk Buaya imbuh Sudirman.

Selengkapnya.. Read more...

KESERIUSAN DEPARTEMEN SENI BEM STKIP PGRI SUMBAR

Minggu, 21 Februari 2010

Padang, Dep. INFOKOM
Departemen Seni BEM STKIP PGRI Sumatera Barat menampakan kemajuanya, ini di tandai dengan akan diadakan sebuah pentas seni yang nantinya akan menampilkan bakat yang dimiliki Mahasiswa STKIP PGRI dalam bidang Seni, disamping hal itu departemen seni juga akan mengadakan festival Band tingkat Perguruan Tinggi se-kota padang.menurut rencana kedua kegiatan tersebut akan diadakan pada tanggal 20 untuk pensi dan 21 untuk Festival Band
Sementara Itu Koordinator Dep. Seni Anton ditemui di ruang BEM menuturkan, “Budaya dan seni merupakan elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Dengan budaya kita mengenal siapa jati diri kita dan menghargai apapun budaya orang lain. Melalui seni kita bisa berekspresi terhadap apa yang dirasakan, difikirkan dan diinginkan.Selain itu melalui karya seni ,hati jiwa dan fikiran menjadi tenang dan seimbang.”

Sebelumnya Departemen Seni BEM STKIP PGRI telah Sukses Membuat Sebuah komunitas seni STKI PGRI yaitu Art Community, kegiatan ini sangat positif sekali, dari penuturan beberapa mahasiswa, “komunitas ini sangat bagus sekali, karna membantu kami dalam menyalurkan bakat yang kami miliki”

Selengkapnya.. Read more...

Admin

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP